Fixed Match: FIFA Asean 2026

Written by

in

Akhirnya pertandingan FIFA Asean Cup 2026 antara Indonesia dengan Bangladesh berakhir sudah dengan skor 9-2. Indonesia menang atas 9 gol dengan gol yang spektakuler. Tapi selagi Indonesia melawan Bangladesh, ada rencana busuk yang sedang dijalankan oleh Malaysia.

Flashback Lawan Malaysia

Masih ingat pada pertandingan sebelumnya antara Indonesia melawan Malaysia yang berakhir imbang 0-0 tanpa skor? Dengan gaya khas permainan yang guling-guling dan langsung kesakitan, serta pihak wasit yang dirasa memihak Malaysia? Yes, kamu bisa tonton kembali pertandingannya.

Tapi kira harus ingat, Indonesia juga permainannya tidak sebagus yang kita harapkan. Kebanyakan netizen menilai mainnya sangat tidak responsif dan perlu peningkatan lagi. Bahkan dari sisi kepelatihan, John Herman bilang, dia bakal mengkaji kembali untuk pertandingan setelahnya dan berjanji bakal memberikan yang terbaik.

Skor 9-2

Janji itu ditepati oleh coach kita John Herdman. Alih-alih bermain dengan aman suraman, dia memasang taktik dengan condong ke penyerangan. Mode full menyerang 4-4-2 yang menjadi andalannya. Kalau kata sebagian pengamat sih coach yang satu ini miskin taktik. Saya rasa enggak juga.

Dengan taktik mode spartan yang di racik oleh John Herdman, tim skuad timnas melaju dan mencetak hingga 9 goal. Bahkan Mitchell Baker saja sampai hattrick! Burungnya ikut ambil peran dalam perayaan gol ke 9 lho haha.

Match Fixing

Pertandingan Indonesia vs Bangladesh di GBK Jakarta dengan Malaysia vs Singapura di Bandung berlangsung secara pararel. Ketika Indonesia sudah mengumpulkan pundi-pundi gol yang lumayan banyak hingga 6 goal, entah kenapa skuad Malaysia juga langsung menambah goal di saat yang hampir bersamaan, mungkin mereka sadar, kalau poin goal mereka tertinggal jauh.

Hal ini diperparah dengan adanya kode khusus dimana Singapura harus tunduk ke Malaysia dan memberikan goal hingga 6 goal. Bahkan seperti coach Justin saja sudah bisa menilai, kalau ini adalah match Fixing. Menurutnya, mana mungkin Singapura yang notabene salah satu benteng terkuat di Asean dengan mudahnya kebobolan goal demi goal.

Kita harus ingat, kalau Indonesia pernah berhadapan dengan Singapura pada FIFA Asean 2026 lalu. Waktu itu skornya 2-0 dimana Indonesia menang. Tapi kalau kita coba flashback, goal itu didapatkan lumayan sulit. Karena pertahanan Singapura sangat tebal. Jadi bagaimana mungkin mereka bisa kebobolan 6-0 dengan mudahnya?

Supporter Senang

Yaudah lah ya. Kalau kata pelatih Jepang, Hajime Moriyasu pernah mengatakan, cetaklah goal sebanyak-banyaknya agar bisa menang dari para mafia bola. Jadi kita fokus bagaimana mencetak goal dengan skema full menyerang saja. Walaupun sempat kebobolan 2 goal, saya rasa wajar. Karena semua pemain dipaksa untuk menyerang. Bahkan kiper Emil sampai disuruh maju.

Walaupun agak absurd, tapi pada akhirnya supporter senang gembira dan Indonesia bisa lolos ke final FIFA Asean 2026 nanti melawan Thailand.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *