Akhirnya hari itu tiba juga, dimana Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa digantikan oleh wakil menteri keuangan, Suahasil Nazera. Ada beberapa informasi yang seliweran dan saya dapatkan, mari kita share di sini. Disclaimer, informasi ini belum tentu benar, bisa saja konspirasi.
Masa Jabat Purbaya
Pak Purbaya dikenal sebagai Menteri Keuangan yang asik, supel, dan humble. Baik itu terhadap rekan kerjanya, bahkan dengan rekan wartawan sekalipun. Namun masa kejayaan Pak Purbaya hanya berlangsung 12 bulan 6 hari semenjak ia dilantik sebagai Menteri Keuangan. Karena hari ini, 14 September 2026, Presiden RI resmi melakukan reshuffle dan digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan.
Orang Pintar
Pak Purbaya termasuk orang yang tidak pelit ilmu. Bahkan sering sekali ia secara transparan menjabarkan penyelesaikan teknis yang sedang berlangsung di kementrian keuangan. Selain itu, gaya bicara yang lugas adalah nilai plus dari beliau. Karena ia bisa mengubah teori, dan ilmu yang sulit dimengerti namun dengan mudahnya di artikan ke masyarakat awam dengan mudah. Bahkan tidak sedikit ia berbagi tips dan keuangan kepada netizen.
Berpihak Pada Rakyat
Saya bisa mengatakan Pak Purbaya mungkin menteri keuangan satu-satunya yang secara jelas berpihak pada rakyat. Hal ini terbukti ia tidak pernah menaikkan pajak ketika ekonomi sedang sulit dan merangkak naik. Bahkan ia secara berani merombak beberapa jajaran menteri keuangan dan bea cukai yang ternyata secara jelas memang melakukan praktek underinvoicing.
Alasan di copot
Ada informasi yang beredar, bahwa Pak Purbaya di copot oleh Presiden Prabowo karena adanya miskomunikasi. Program Presiden selayaknya harus menjadi top prioritas nomor 1 bagaimana pun keadaannya. Dan di satu sisi, mungkin ada miskomunikasi antara tim Menteri Keuangan dan Presiden.
Tidak suka asing
Kalau kalian perhatikan, Pak Purbaya sebenarnya sangat anti dengan perusahaan asing. Memang tidak semua, tapi ia menilai perusahaan asing yang tidak menaati peraturan di Indonesia, sebaiknya di tindak keras atau hingga di cabut izinnya dari Indonesia saja.
Bahkan terekam ketika perusahaan asing tersebut terlihat meremehkan dan menghina Menteri Keuangan. Kalimatnya kurang lebih : Orang Indonesia sangat mudah di bayar dengan duit, sehingga tidak perlu mengikuti aturan di Indonesia.
Kalau ini saya setuju, kita harus tindak tegas.
Walaupun Pak Purbaya orangnya agak sombong dan gaya bicaranya seperti orang banyak gaya, tapi saya pikir di balik itu dia punya alasannya.
Sekali lagi terima kasih Pak Purbaya atas jasa dan masa baktinya. Semoga Tuhan YME / Allah swt membalas semua kebaikan anda.
Leave a Reply